Sabtu, 08 September 2012

komet

Percobaan Terbaru Menunjukkan Komet Menghantarkan Blok Bangunan Kehidupan di Bumi Primordial

 
Rabu, 28 Maret 2012 - Miliaran tahun yang lalu, segerombolan komet dan asteroid membombardir bumi, di mana bekas-bekasnya pun masih terlihat sebagai kawah di bulan.

Penelitian terbaru, yang dilaporkan dalam Pertemuan & Ekposisi Nasional ke-243 American Chemical Society (ACS) di San Diego, 27 Maret, menyodorkan dukungan lebih lanjut bagi gagasan yang menyatakan bahwa komet-komet yang membombardir bumi miliaran tahun lalu membawa dan mengandung bahan-bahan utama bagi kehidupan di planet ini.
Pemimpin tim riset, Jennifer G. Blank, Ph.D., mendeskripsikan eksperimen laboratorium yang memodelkan kondisi-kondisi dalam komet pada saat benda-benda langit ini menghantam atmosfer bumi dalam kecepatan hampir 25.000 mil per jam, sebelum akhirnya jatuh ke bawah di atas permukaan bumi. Penelitian ini merupakan bagian dari upaya ilmiah yang lebih luas untuk memahami bagaimana asam amino dan bahan-bahan lainnya bagi makhluk hidup pertama kali muncul pada miliaran tahun yang lalu di sebuah planet yang tandus dan tak berpenghuni ini. Asam amino, yang menyusun protein, merupakan bahan utama dari semua bentuk kehidupan, mulai dari mikroba hingga manusia.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa blok bangunan kehidupan memang bisa tetap utuh meskipun adanya gelombang kejut yang luar biasa dan kondisi kekerasan lainnya dalam tumbukan komet,” kata Blank. “Komet benar-benar bisa menjadi paket yang ideal untuk menghantarkan bahan-bahan bagi evolusi kimiawi yang diperkirakan telah mengakibatkan munculnya kehidupan. Kami menyukai skenario penghantaran komet ini karena mencakup semua bahan untuk kehidupan, yaitu asam amino, air dan energi.”
Komet merupakan potongan beku gas, air, debu, es, dan batu, yang diistilahkan oleh para astronom sebagai “bola salju kotor.” Bagaimanapun juga, bola salju ini bisa berdiameter hingga 10 mil atau lebih. Komet-komet ini mengorbit matahari dalam sabuk yang terletak di luar planet-planet yang paling jauh dalam tata surya. Secara berkala, komet-komet ini meloloskan diri dan terhempas ke dalam, di mana mereka dapat menjadi terlihat di luar angkasa.
Namun, miliaran tahun yang lalu, segerombolan komet dan asteroid membombardir bumi, di mana bekas-bekasnya pun masih terlihat sebagai kawah di bulan. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa kehidupan di bumi dimulai tak lama sesudah masa “pembombardiran berat akhir” sekitar 3,8 miliar tahun lalu, yang melibatkan komet maupun asteroid. Sebelum itu, bumi terlalu panas bagi makhluk hidup untuk mampu bertahan hidup. Belakangan diketahui, fosil-fosil bersama bukti penanggalan kehidupan berasal dari 3,5 miliar tahun yang lalu. Jadi, bagaimana mungkin kehidupan muncul begitu cepat sementara hanya ada sedikit bukti air atau blok bangunan asam amino untuk membentuk protein?
Blank bersama rekan-rekannya di Bay Area Environmental Research Institute NASA/Ames Research Center, Moffett Field, California, memulai dengan memeriksa apakah asam amino bisa tetap utuh setelah komet menembus atmosfer bumi. Analisis sebelumnya pada sampel debu komet yang kembali ke bumi oleh satelit NASA menghilangkan keraguan bahwa asam amino memang terdapat di dalam komet.
Dalam satu set percobaan, mereka menggunakan senjata-senjata gas untuk mensimulasikan temperatur yang sangat besar dan gelombang kejut yang kuat di saat asam amino dalam komet memasuki atmosfir bumi. Senjata-senjata gas, perangkat yang beratnya ribuan pound ini, menembak objek-objek dengan ledakan gas bertekanan tinggi yang bergerak dengan kecepatan supersonik. Mereka menembakkan gas pada kapsul yang diisi dengan asam amino, air dan bahan-bahan lainnya.
Hasilnya, asam amino tidak mengalami kerusakan akibat panas dan kejutan yang disimulasikan tersebut. Bahkan, lebih lanjut mulai membentuk apa yang disebut sebagai “ikatan peptida”, yang menggabungkan asam amino menjadi protein. Tekanan dari tumbukan itu tampaknya justru mengimbangi panas yang hebat dan juga memasok energi yang dibutuhkan untuk menciptakan peptida. Dalam percobaan lain, tim riset Blank menggunakan model komputer canggih untuk mensimulasikan kondisi komet-komet yang bertabrakan dengan bumi.
Blank mengatakan bahwa mungkin telah ada beberapa penghantaran bibit kehidupan selama bertahun-tahun oleh komet, asteroid dan meteorit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar